
Al-Imam Asy-Syafi'i: "Belajarlah karena tidak ada seorangpun yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah orang yang berilmu seperti orang yang bodoh. Sesungguhnya suatu kaum yang besar tetapi tidak memiliki ilmu maka sebenarnya kaum itu adalah kecil apabila terluput darinya keagungan (ilmu). Dan sesungguhnya kaum yang kecil jika memiliki ilmu maka pada hakikatnya mereka adalah kaum yang besar apabila perkumpulan mereka selalu dengan ilmu." (Aadaabu Thaalibil 'Ilmi)

Dari Abu Qilabah Rahimahullah, beliau berkata:
"Tidak ada seorang yang mengadakan kebid’ahan melainkan suatu saat dia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkan darah kaum muslimin, atau memberontak pada pemerintah)"
(Al I’tisham 1/112, Ad Darimi 1/58 no 99)
"Ayyub Rahimahullah biasa menamakan ahli bid’ah dengan khawarij. Beliau mengatakan sesungguhnya orang-orang khawarij itu hanya berbeda dalam hal nama dan julukan namun mereka bersepakat dalam menghalalkan darah kaum muslimin."
(Al I’tisham 1/113)
Imam Al Barbahari Rahimahullah mengatakan:
"Ketahuilah sesungguhnya hawa (kebid’ahan) itu semuanya rendah
dan selalu mengajak kepada pedang (pertumpahan darah, pemberontakan)"
(Syarhus Sunnah hal 122)
Ada seseorang yang berkata pada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma : "Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan hawa nafsu kami berjalan di atas hawa nafsu kalian (yakni para shahabat)".
Ibnul Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma segera menimpali : "Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kebaikan sedikitpun di dalam hawa nafsu itu. Ia dinamakan hawa karena ia menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka"
(Asy Syarhu Wal Ibanah hal 123 no 62)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "